PRUDENTIAL Always Listening Always Understanding

Prudential Life Himpun Premi Rp3,1 Triliun

Sabtu, 21 Mei 2011 | 9:41

Group Chief Executive, Prudential Plc Tidjane Thiam bersama petinggi Prudential lainnya melakukan toast, dalam rangka 15 tahun beroperasi Prudential Indonesia, di Jakarta, November Tahun lalu.
Group Chief Executive, Prudential Plc Tidjane Thiam bersama petinggi Prudential lainnya melakukan toast, dalam rangka 15 tahun beroperasi Prudential Indonesia, di Jakarta, November Tahun lalu.

JAKARTA – PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia menghimpun pendapatan premi Rp3,1 triliun selama kuartal I/2011 atau naik 42,6% dibanding periode yang sama 2010 yang tercatat Rp2,2 triliun.

Direktur Komunikasi dan Pemasaran Prudential Indonesia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyebutkan, pendapatan premi dari nasabah baru mencapai Rp1,7 triliun atau naik 66% dibanding periode yang sama 2010.

Peningkatan signifikan dialami oleh pendapatan premi syariah yang mencapai Rp141,9 miliar atau naik 76,2% dibanding dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp80,6 miliar.

Bisnis asuransi syariah Prudential Indonesia tergolong masih baru namun menunjukkan pertumbuhan pesat selama kuartal I 2011 yang menunjukkan harapan pertumbuhan yang lebih besar.

Berdasar laporan Ernst and Young dalam laporan Pertumbuhan Asuransi Syariah Dunia 2010, penguatan pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia merupakan salah satu yang terkuat di Asia Tenggara.

Prudential Indonesia mencatat pertumbuhan di bancassurance mencapai Rp252,7 miliar atai naik 209,4% jika dibanding dengan kuartal I tahun 2010.

Perusahaan asuransi itu terus berkomitmen menjadikan jalur keagenan sebagai jalur distribusi utama, serta memperluas peluang bisnis lebih jauh bersama mitra perbankan dan jaringan kemitraan lainnya. Juga berkomitmen terus meningkatkan standar layanan beragam titik singgung dengan nasabah dan tenaga pemasaran dalam penyediaan produk dan layanan.

Prudential Indonesia akan terus memperkuat kemitraan strategis dengan institusi perbankan yaitu Bank Permata, Bank UOB Indonesia, Bank Internasional Indonesia, Standard Chartered Bank, Citibank, dan Bank Rakyat Indonesia dalam pemasaran produk bancassurance.

Sementara itu total dana kelolaan hingga kuartal I 2011 tercatat sebesar Rp24,8 triliun atau naik 44% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Total klaim yang dibayarkan mencapai Rp152 miliar atai naik 22,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Indikator keuangan lainnya yaitu risk based capital (RBC) mencapai 958% dibanding dengan ketentuan minimal yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 120%.

Sementara itu jumlah nasabah mencapai 1,2 juta pemegang polis atau naik 23,1% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Jumlah tenaga pemasaran berlisensi mencapai lebih dari 96.000 atau naik 34,9% dibanding kuartal I 2010. (ant/gor)

Prudential Life dan Asuransi Jaya Proteksi Raih Star Award
Kamis, 7 Juli 2011 | 0:22

JAKARTA –PT Prudential Life Assurance (Asuransi Jiwa) dan PT Asuransi Jaya Proteksi (Asuransi Umum) menerima penghargaan khusus Star Award dari Majalah Investor karena berhasil mempertahankan posisi terbaik lebih dari lima tahun secara berturut-turut.

Penghargaan tersebut mereka terima dalam acara penganugerahan penghargaan Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, di Ballroom, Four Season Hotel, Jakarta, Rabu (6/7) malam.

Selain penghargaan khusus Star Award, 10 perusahaan asuransi nasional meraih predikat Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, masing-masing 5 asuransi jiwa, 4 asuransi umum dan satu reasuransi.

Pada kelompok asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance  berhasil meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp  10 triliun. Pada kategori aset antara Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun, penghargaan diberikan kepada dua perusahaan asuransi, yakni PT AXA Mandiri Financial Services dan PT Indolife Pensiontama.

Dewan Juri menetapkan juara kembar pada kategori ini karena total nilai kedua perusahaan sama.

Sementara itu, PT Commonwealth Life berhasil mempertahankan posisi tahun lalu dengan meraih posisi terbaik pada kategori aset Rp 2,5 triliun sampai Rp 5 triliun, disusul PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha yang  meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 2,5 triliun.

Tidak seperti tahun lalu, tahun ini Dewan Juri memutuskan tidak memberikan penghargaan untuk kategori aset Rp 100 miliar sampai Rp 1 triliun dengan pertimbangan mayoritas perusahaan pada kelompok ini mengalami penurunan kinerja.

Pada kelompok asuransi umum, 4 perusahaan yang meraih penghargaan tahun ini berhasil mempertahankan prestasi yang dicapai tahun lalu.  PT Asuransi Adira Dinamika kembali meraih penghargaan  untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun. Sedangkan PT Asuransi Jaya Proteksi  berhasil menjadi perusahaan asuransi terbaik untuk kategori aset antara Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun. Posisi terbaik untuk kategori aset Rp 250 miliar sampai Rp 500 miliar juga dipertahankan PT Asuransi Indrapura, sedangkan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk kembali meraih posisi terbaik untuk kategori aset  antara Rp 100 miliar sampai Rp 250 miliar.

Sementara itu, pada kategori reasuransi,  PT Maskapai Reasuransi  Indonesia Tbk kembali mempertahankan prestasi tahun lalu sebagai Reasuransi Terbaik.

Kriteria Pemeringkatan
Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak mengatakan, pemeringkatan tahun ini  mengacu pada laporan keuangan publikasi tahun 2007 – 2010. Berdasarkan data-data tersebut, kemudian dilakukan perhitungan dan penilaian  berdasarkan kriteria yang disepakati untuk asuransi jiwa maupun asuransi umum.

“Penetapan asuransi terbaik mengacu pada data laporan keuangan hasil publikasi yang kemudian di peringkat berdasarkan kriteria pemeringkatan yang disepakati,” ujar Herris dalam penganugerahan penghargaan tersebut.

Pemeringkatan kali ini menggunakan 14 kriteria baik untuk asuransi umum, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria untuk asuransi umum meliputi:
1. Pertumbuhan aset rata-rata 3 tahun (2007–2010)
2. Pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
3. Pertumbuhan ekuitas rata-rata 3 tahun (2007-2010)
4. Pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010)
5. Pertumbuhan premi neto rata-rata 3 tahun (2007-2010)
6. Pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 3 tahun (2007-2010)
7. Pertumbuhan hasil investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
8. Pertumbuhan laba bersih rata-rata 3 tahun (2007-2010)
9. Pangsa pasar premi neto tahun 2010
10. Rasio underwriting terhadap premi neto 2010
11. TATO (Total Aset Turn Over) 2010
12. ROA (return on assets) 2010
13. ROE (return on equity) 2010
14. RBC (risk based capital) 2010.

Sementara itu, 14  kriteria untuk asuransi umum, mayoritas sama dengan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010) yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting 3 tahun (2007-2010) dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum dan reasuransi.  Sedangkan kriteria pertumbuhan premi bruto 3 tahun khusus berlaku untuk reasuransi.

Tidak semua perusahaan asuransi ikut diperingkat. Ada sejumlah perusahaan tidak lolos seleksi awal  berdasarkan persyaratan yang ditetapkan Dewan Juri.  Seleksi  awal meliputi:
1. Laporan keuangan  2010 yang dipublikasi harus sudah diaudit
2. Laporan keuangan 2010 tidak mendapat opini disclaimer
3. RBC minimal  120%
4. Masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat
5. Tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Departemen Keuangan
6. Tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dll)
7. Ekuitas minimal Rp 50 miliar
8. Aset asuransi umum tahun 2010 di atas Rp 100 miliar
9. Aset asuransi jiwa tahun 2010 di atas Rp 1 triliun
10. Tidak menderita rugi tahun 2010
11. Data lengkap.

Berdasarkan seleksi awal itu, ada 20 perusahaan asuransi jiwa dan 37  asuransi umum yang tidak lolos seleksi awal.

Selain itu, ada 3 perusahaan asuransi jiwa syariah tidak ikut diperingkat dengan pertimbangan tidak selaras diperingkat bersama asuransi non-syariah.

Dengan demikian, yang bisa diperingkat sebanyak 74 perusahaan, masing-masing 4 perusahaan reasuransi, 48 dari 87 asuransi umum dan 22 dari 45 asuransi jiwa. (*/gor)

Prudential Luncurkan Asuransi Penyakit Kanker
Senin, 25 Juli 2011 | 12:43

Prudential Luncurkan Asuransi Penyakit Kanker
Prudential Luncurkan Asuransi Penyakit Kanker

Melihat fenomena itu, PT. Prudential Life Assurance meluncurkan produk asuransi tambahan (Raider) bernama Pruearly Stage Crisis Cover.

“Ini bertujuan untuk menyediakan dukungan finansial kepada nasabah sejak terdiagnosa penyakit kritis pada tahap awal,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, Jakarta, Senin (25/7).

Merujuk pada data World Health Organization (WHO) tahun 2008 lalu, kata dia, bahwa 36,1 juta orang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit kritis seperti jantung, stroke, kanker dan diabetes.

Menurut dia, Pruearly Stage Crisis Cover adalah sebuah bentuk perlindungan yang menawarkan sejumlah manfaat finansial secepatnya setelah nasabah terdiagnosa pada 79 penyakit pada tahap awal penyakit kritis, tahap menengah sampai ke tahap lanjut.

“Apabila penyakit dapat diketahui dengan cepat dan melakukan perawatan dengan tepat, besar kemungkinan untuk dapat sembuh secara total,” tambah dia.

Dia menjelaskan, Prudential Indonesia terus berfokus memberikan manfaat dari serangkaian produk dan layanan terbaik di kelasnya untuk dapat memenuhi kebutuhan para nasabah dalam mencapai keamanan finansial seumur hidup.

“Dengan peluncuran produk tambahan ini, nasabah mendapatkan dukungan dan manfaat finansial yang tepat pada saat dibutuhkan sejak mereka terdiagnosa penyakit kritis,” katanya.

Sementara itu, Dokter dan Penulis buku bidang Kesehatan, Dr. Hendrawan Nadesul mengatakan masyarakat Indonesia rentan memiliki penyakit kronis karena dari pola dan menu makannya yang tidak baik.

“Pola dan menu makan yang tidak baik seperti banyak mengandung minyak dan lemak akan memicu penyakit kritis, dan penyakit itu sudah mulai merambah ke usia muda,” kata dia.

Dia menjelaskan, penyakit di Indonesia sudah mulai rawan, namun banyak masyarakat menunda pengobatan pada tahap awal, 80% masih jauh dari pengobatan dan 20% uang habis untuk pengobatan.(ant/hrb)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s